SEBAIK BAIKNYA NASIHAT ADALAH KEMATIAN
Allah Azza Wa Jalla berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS.Al-Anbiya:35)
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS.Ali Imran:185)
Dari firman Allah yang telah disampaikan tersebut, hendakya kita merenungkan bahwasannya ada kehidupan pasti ada kematian. Dan hanya kepada Allah sajalah kita semua akan dikembalikan. Lantas untuk apa Allah ciptakan kita di dunia jika nanti ujungnya akan meninggal?
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS.Az-Zariyat:56)
Dan dalam firman Allah yang lain,
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (QS.AL-Mulk:2)
Allah menciptakan kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada-Nya, dan Allah menjadikan kehidupan dan kematian agar menguji kita, siapa di antara kita yang paling baik amalannya. Namun kebanyakan di antara kita takut dengan kematian, kita lari dari kematian seakan akan kita akan hidup di dunia ini selamanya. Sekali kali tidak!
Allah Azza Wa Jalla berfirman,
قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS.Al-Jumu’ah:8)
Dalam firman Allah yang lain,
أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? (QS.An-Nisa:78)
Firman Allah tersebut menjelaskan bahwasannya sekeras apapun usaha kita untuk menghindari kematian, untuk lari dari kematian. Kematian akan menemui kita dan kematian akan membawa kita ke kampung halaman kita (akhirat). Lantas kenapa kebanyakan dari kita takut dengan kematian?
Tidak lain dan tidak bukan karena kita telah terlalaikan dengan kehidupan dunia ini, kita menyangka bahwasannya kita akan menjalani hari-hari yang sama di dunia ini. Sekali kali tidak! Akan ada hari dimana kita akan dijemput oleh kematian dan bertemu dengan Allah Yang Maha Agung. Renungkanlah bahwasannya dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Allah Azza Wa Jalla berfirman,
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. Al- Hadid:20).
Inilah hakikat kehidupan dunia, maka berhati-hatilah!
kebanyakan kita berlelah-lelahan untuk mengejar kehidupan dunia tapi enggan berlelah-lelahan untuk kehidupan akhirat. Sadarilah diriku dan orang-orang yang membaca tulisan ini! Bahwasannya akan ada hari dimana dunia ini akan berakhir dan kita akan menghadap Rabbul ‘alamin untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kita di dunia. Lantas tanamkanlah pertanyaan ini dalam diri kalian.
APA YANG SUDAH KITA PERSIAPKAN UNTUK MENEMUI ALLAH?
SIAPKAH KITA JIKALAU SAAT INI ALLAH MENGAMBIL NYAWA KITA?
Jujurlah dengan diri kalian, hisablah diri ini sebelum nanti Allah yang akan menghisab kita di akhirat. Tangisilah diri ini selagi kita masih di dunia, karena jikalau kita disana tangisan darah pun tidak ada gunanya.
Apa Hikmah dibalik Allah merahasiakan kematian seseorang?
tidak lain dan tidak bukan agar orang itu selalu bersiap dengan kematiannya.
Sebagai penutup.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,
وَاَنۡ لَّيۡسَ لِلۡاِنۡسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ٣٩
وَاَنَّ سَعۡيَهٗ سَوۡفَ يُرٰى٤٠
ثُمَّ يُجۡزٰٮهُ الۡجَزَآءَ الۡاَوۡفٰىۙ٤١
dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, (QS. An-Najm:39-41)
Jadi selagi kita masih di dunia berusahalah untuk beramal, Di dunia kita beramal tanpa dihisab namun di akhirat kita dihisab tanpa bisa beramal.